• Personal Grooming di Dunia Kerja: Membangun Kepercayaan Diri dan Profesionalisme melalui Public Training Borwita

    Personal Grooming di Dunia Kerja: Membangun Kepercayaan Diri dan Profesionalisme melalui Public Training Borwita

    Dress how you want to be addressed.”

    Kalimat tersebut sering digunakan untuk menggambarkan bagaimana penampilan dapat memengaruhi cara seseorang dipersepsikan dalam lingkungan profesional. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa first impression terbentuk hanya dalam hitungan detik, dan penampilan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi persepsi terhadap kompetensi, kepercayaan diri, hingga profesionalisme seseorang.

    Dalam studi mengenai dress and appearance in workplace, penampilan profesional bahkan dikaitkan dengan persepsi mengenai kredibilitas, produktivitas, serta kemampuan interpersonal seseorang di lingkungan kerja.

    Namun, personal grooming bukan sekadar tentang mengikuti tren fashion atau tampil formal. Personal grooming mencerminkan bagaimana seseorang menghargai dirinya sendiri, memahami situasi profesional, serta membangun professional presence yang sesuai dengan lingkungan kerja.

    Di tengah dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif, kemampuan untuk tampil percaya diri dan profesional menjadi salah satu soft skill penting yang mendukung pertumbuhan karier. Cara berbicara, bahasa tubuh, pemilihan outfit, hingga etika profesional dapat memberikan pengaruh besar terhadap bagaimana seseorang membangun relasi dan menciptakan kesan positif di tempat kerja.

    Melihat pentingnya hal tersebut, Borwita menghadirkan Public Training Personal Grooming Series dengan tema “Tampil Percaya Diri dan Berkelas di Dunia Kerja” yang diselenggarakan secara online melalui Zoom pada 22 Mei 2026.

    Training ini menghadirkan Kevin Liliana, Miss International 2017, sebagai pembicara yang membagikan insight dan pengalaman seputar personal grooming, professional image, serta bagaimana membangun rasa percaya diri di dunia profesional.

    Melalui training ini, peserta mendapatkan berbagai pembelajaran praktis yang relevan untuk diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari, di antaranya:

    • Personal grooming untuk meningkatkan self confidence bagi pria maupun wanita
    • Pedoman berbusana dan tips mix and match outfit secara tepat
    • Etika profesional dasar melalui body language dan cara berinteraksi

    Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan penampilan profesional, tetapi juga membantu peserta memahami pentingnya personal branding dan professional presence dalam mendukung performa kerja.

    Sebagai Distributor FMCG Indonesia yang terus berkembang, Borwita percaya bahwa pengembangan sumber daya manusia tidak hanya berfokus pada hard skill, tetapi juga soft skill yang mendukung kualitas profesionalisme individu di lingkungan kerja.

    Melalui Public Training Personal Grooming Series ini, Borwita berharap peserta dapat membangun rasa percaya diri yang lebih kuat, meningkatkan profesionalisme, serta mampu menciptakan kesan positif dalam setiap kesempatan profesional.

  • Leadership Management Batch 2: Borwita Perkuat Kapabilitas Leaders dalam People Management dan Coaching

    Leadership Management Batch 2: Borwita Perkuat Kapabilitas Leaders dalam People Management dan Coaching

    Sebagai bagian dari komitmen dalam membangun budaya kepemimpinan yang adaptif dan people-oriented, Borwita kembali menghadirkan program Leadership Management Batch 2 untuk para leaders di lingkungan perusahaan.

    Program training ini dirancang untuk memperkuat kemampuan leadership dalam memahami karakter tim, menyelesaikan tantangan performa kerja, serta membangun pendekatan coaching dan mentoring yang efektif di lingkungan kerja.

    Dalam dunia bisnis yang dinamis, seorang leader tidak hanya dituntut untuk mencapai target, tetapi juga mampu membangun tim yang produktif, kolaboratif, dan berkembang secara berkelanjutan. Melalui program ini, para peserta dibekali berbagai pendekatan praktikal yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas kepemimpinan sehari-hari.

    Training Leadership Management Batch 2 berlangsung dalam tiga sesi utama, yaitu:

    Day 1: Profiling Karakter Team Melalui Observasi MBTI

    Pada sesi pertama, peserta mempelajari bagaimana memahami karakter dan kecenderungan perilaku anggota tim melalui observasi berbasis MBTI (Myers-Briggs Type Indicator). Materi ini membantu leaders mengenali pola komunikasi, cara kerja, serta pendekatan yang tepat dalam membangun kolaborasi tim yang lebih efektif.

    Day 2: Performance Problem Analysis

    Sesi kedua berfokus pada kemampuan leaders dalam mengidentifikasi akar permasalahan performa kerja. Peserta diajak memahami metode analisis masalah secara sistematis agar mampu mengambil keputusan yang lebih objektif dan solutif dalam menghadapi tantangan operasional maupun pengelolaan tim.

    Day 3: Coaching & Mentoring Practices

    Pada sesi terakhir, peserta mendapatkan pembekalan mengenai praktik coaching dan mentoring yang efektif untuk mendukung pengembangan anggota tim. Melalui pendekatan ini, leaders diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih konstruktif, meningkatkan engagement, serta mendorong pertumbuhan kompetensi karyawan secara berkelanjutan.

    Leadership Management batch 2 for leaders Borwita

    Program ini menjadi bagian dari upaya Borwita dalam memperkuat kualitas leadership di seluruh level organisasi. Dengan leadership capability yang kuat, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif, agile, dan siap menghadapi perubahan bisnis yang terus berkembang.

    Sebagai Distributor FMCG Indonesia yang terus bertumbuh, Borwita percaya bahwa investasi dalam pengembangan leaders merupakan salah satu fondasi penting untuk mendukung keberlanjutan bisnis dan memperkuat performa organisasi secara jangka panjang.

  • Borwita Perkuat Kapabilitas Leadership melalui Training “Strategy Map & Balanced Score Card”

    Borwita Perkuat Kapabilitas Leadership melalui Training “Strategy Map & Balanced Score Card”

    Sebagai bagian dari komitmen dalam membangun organisasi yang agile, strategis, dan berorientasi pada eksekusi, Borwita kembali menghadirkan program pengembangan kepemimpinan melalui training “Strategy Map & Balanced Score Card” bekerja sama dengan GML Performance Consulting.

    Training yang dilaksanakan pada 27–28 April 2026 ini diikuti oleh Board of Directors (BoD) dan para leaders dari berbagai fungsi di lingkungan perusahaan. Program ini dirancang untuk memperkuat pemahaman strategis sekaligus memastikan alignment antara visi perusahaan dengan implementasi operasional di seluruh lini bisnis.

    Dalam dinamika industri yang terus berkembang, perusahaan tidak hanya membutuhkan strategi yang baik, tetapi juga kemampuan untuk menerjemahkan strategi tersebut menjadi aksi nyata yang terukur dan berkelanjutan. Melalui program ini, para peserta dibekali pendekatan strategis yang sistematis untuk meningkatkan efektivitas organisasi dan memperkuat execution excellence.

    Beberapa topik utama yang dibahas dalam training meliputi:

    • Strategy Mapping
    • Organization Alignment
    • Translate Strategy into Operational Execution
    • Strategic Initiatives & Budgeting
    • KPI Cascading

    Melalui sesi yang interaktif dan aplikatif, peserta diajak untuk memahami bagaimana strategic objectives dapat dihubungkan dengan operational priorities sehingga seluruh organisasi dapat bergerak dengan arah yang sama dan fokus pada pencapaian target perusahaan.

    Program ini juga menjadi bagian dari upaya Borwita dalam memperkuat budaya performance-driven organization, di mana setiap strategi tidak hanya berhenti pada level perencanaan, tetapi juga dapat diukur, dimonitor, dan dieksekusi secara efektif di seluruh level organisasi.

    Executive Development Program (EDP) 2026

    Sebagai Distributor FMCG Indonesia yang terus berkembang dan bertransformasi, Borwita percaya bahwa penguatan leadership capability merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga daya saing perusahaan di tengah perubahan bisnis yang semakin dinamis.

    Dengan adanya training ini, diharapkan para leaders dapat semakin adaptif dalam menyusun strategi, memperkuat kolaborasi lintas fungsi, serta memastikan setiap inisiatif bisnis berjalan selaras dengan arah pertumbuhan perusahaan.

  • Merayakan Keberagaman, Menguatkan Peran: Semangat Hari Kartini di Borwita

    Merayakan Keberagaman, Menguatkan Peran: Semangat Hari Kartini di Borwita

    Dalam dunia kerja yang semakin dinamis, keberagaman bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan fondasi utama dalam membangun kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan. Perbedaan latar belakang, budaya, dan perspektif justru menjadi sumber inovasi yang memperkaya cara berpikir serta pengambilan keputusan. Di tengah hal ini, peran perempuan dalam dunia profesional juga semakin mendapat sorotan, tidak hanya sebagai bagian dari tenaga kerja, tetapi sebagai agen perubahan yang mendorong kemajuan organisasi.

    Semangat inilah yang sejak lama digaungkan oleh R.A. Kartini, bahwa perempuan memiliki hak yang sama untuk berkembang, berpendidikan, dan berkontribusi bagi masyarakat. Dalam konteks modern, konsep women empowerment menjadi bagian penting dari strategi organisasi global. Menurut UN Women, pemberdayaan perempuan di tempat kerja tidak hanya meningkatkan kesejahteraan individu, tetapi juga berdampak langsung pada produktivitas dan pertumbuhan bisnis secara keseluruhan.

    Selain itu, laporan dari McKinsey & Company menunjukkan bahwa perusahaan dengan tingkat keberagaman gender yang tinggi memiliki kemungkinan lebih besar untuk mencapai kinerja finansial di atas rata-rata.

    Hal ini menegaskan bahwa inklusivitas dan kesetaraan bukan hanya isu sosial, tetapi juga menjadi keunggulan kompetitif dalam dunia bisnis saat ini.

    Sebagai bagian dari komitmen terhadap nilai-nilai tersebut, Borwita menyelenggarakan perayaan Hari Kartini yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan merayakan keberagaman. Acara ini diikuti oleh ratusan karyawan dari berbagai unit dan daerah, yang hadir dengan mengenakan busana tradisional khas Indonesia.

    Suasana penuh warna dan kehangatan terasa sejak awal acara. Beragam pakaian adat yang dikenakan mencerminkan kekayaan budaya Nusantara, sekaligus menjadi simbol nyata dari keberagaman yang hidup di lingkungan kerja Borwita. Tidak hanya itu, semangat partisipasi juga terlihat dari antusiasme karyawan dalam mengikuti rangkaian aktivitas yang diadakan, di mana kreativitas dan ekspresi diri menjadi bagian utama dari perayaan ini.

    Melalui kegiatan ini, Borwita tidak hanya merayakan Hari Kartini sebagai sebuah peringatan historis, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai yang relevan dengan dunia kerja masa kini, tentang kesetaraan, inklusivitas, dan saling menghargai. Lebih dari sekadar event, perayaan ini menjadi refleksi bahwa setiap individu, tanpa memandang latar belakang, memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan progresif.

    Ke depannya, diharapkan semangat ini dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari. Bahwa keberagaman bukan hanya dirayakan dalam satu momen, tetapi dijalankan secara konsisten dalam setiap interaksi, keputusan, dan kolaborasi. Dengan demikian, seluruh lapisan karyawan Borwita dapat terus mengamalkan nilai-nilai kesetaraan dan kebersamaan, sejalan dengan semangat Kartini yang terus relevan hingga hari ini.

  • Dari Kartini untuk Kita: Perempuan Tangguh, Mental Tetap Utuh

    Dari Kartini untuk Kita: Perempuan Tangguh, Mental Tetap Utuh

    Semangat Hari Kartini tidak hanya tentang emansipasi perempuan dalam konteks pendidikan dan kesetaraan, tetapi juga tentang bagaimana perempuan mampu bertahan, bertumbuh, dan menjaga keseimbangan hidup di tengah berbagai peran yang dijalani. Sosok R.A. Kartini menjadi simbol perjuangan perempuan Indonesia dalam memperjuangkan hak dan suara, yang hingga kini relevansinya tetap terasa, terutama dalam isu kesehatan mental perempuan di era modern.

    Dalam kehidupan saat ini, perempuan kerap menghadapi peran ganda, baik sebagai profesional di tempat kerja maupun sebagai individu yang memiliki tanggung jawab di ranah personal dan keluarga. Tekanan dari berbagai sisi ini dapat memicu stres hingga burnout jika tidak dikelola dengan baik. Menurut World Health Organization, kesehatan mental merupakan bagian integral dari kesehatan secara keseluruhan, yang mencakup kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial. Artinya, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

    Lebih lanjut, penelitian dari American Psychological Association menunjukkan bahwa perempuan cenderung lebih rentan mengalami stres kronis akibat beban sosial dan ekspektasi yang lebih kompleks. Hal ini menegaskan pentingnya ruang edukasi dan diskusi yang dapat membantu perempuan memahami kondisi dirinya, mengenali tanda-tanda stres, serta menemukan strategi untuk mengelola tekanan secara sehat.

      Tidak hanya itu, konsep resiliensi menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan mental. Resiliensi membantu individu untuk bangkit dari tekanan dan beradaptasi dengan perubahan. Dalam konteks perempuan, resiliensi bukan hanya soal “bertahan”, tetapi juga bagaimana tetap utuh secara mental di tengah dinamika kehidupan yang terus berkembang.

      Komitmen Borwita dalam Mendukung Kesehatan Mental Perempuan

      Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Borwita mengadakan kegiatan public training bertajuk “Perempuan Tangguh, Mental Tetap Utuh.” Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Jumat, 17 April 2026 pukul 15.00 WIB dan menghadirkan narasumber inspiratif, dr. Damba Bestari, Sp.KJ, seorang psikiater sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

      Melalui sesi ini, peserta diajak untuk memahami realita peran ganda perempuan, baik di lingkungan kerja maupun di rumah. Pembahasan tidak hanya berfokus pada tantangan yang dihadapi, tetapi juga membuka perspektif baru tentang bagaimana perempuan dapat tetap kuat tanpa harus mengabaikan kesehatan mentalnya.

      Selain itu, materi yang disampaikan juga mencakup cara mengenali stres dan burnout beserta dampaknya terhadap kesehatan fisik. Peserta diberikan pemahaman bahwa kondisi mental yang tidak terjaga dapat memengaruhi produktivitas, hubungan sosial, hingga kualitas hidup secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk lebih peka terhadap kondisi dirinya.

      Tak kalah penting, peserta juga dibekali dengan berbagai strategi praktis dalam mengelola stres untuk menjaga keseimbangan hidup. Pendekatan yang digunakan dalam sesi ini disampaikan secara ringan namun tetap insightful, sehingga mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

      Antusiasme tinggi terlihat dari ratusan karyawan Borwita yang mengikuti kegiatan ini hingga akhir sesi. Momen kebersamaan juga diabadikan melalui sesi foto bersama secara virtual melalui Zoom sebagai penutup acara.

      Harapannya, kegiatan ini dapat terus menjadi ruang belajar dan refleksi bagi seluruh karyawan untuk semakin peduli terhadap kesehatan mental, sekaligus memperkuat peran positif perempuan dalam kehidupan profesional maupun personal.

      Dengan semangat Kartini yang terus hidup, Borwita berkomitmen untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat secara mental, inklusif, dan memberdayakan setiap individu untuk bertumbuh secara optimal.

    • Pentingnya Pemeriksaan Mata di Era Kerja Digital untuk Menjaga Produktivitas Karyawan

      Pentingnya Pemeriksaan Mata di Era Kerja Digital untuk Menjaga Produktivitas Karyawan

      Berapa lama waktu yang Anda habiskan menatap layar setiap hari?
      Delapan jam, sepuluh jam, atau bahkan lebih?

      Di tengah ritme kerja modern, mata menjadi salah satu aset paling vital, namun sering kali paling terabaikan. Padahal, gangguan kecil pada penglihatan dapat berdampak besar pada fokus, produktivitas, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.

      Dalam industri yang bergerak cepat seperti distribusi FMCG, ketelitian dan konsistensi menjadi kunci. Di sisi lain, hampir seluruh aktivitas kini bergantung pada perangkat digital. Mulai dari tim operasional, administrasi, hingga fungsi strategis di kantor pusat, screen exposure menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kerja. Tanpa disadari, hal ini menghadirkan risiko baru yang perlu mendapat perhatian lebih serius.

      Dampak Screen Exposure terhadap Kesehatan Mata

      Paparan layar bukan hanya soal durasi, tetapi juga bagaimana mata bekerja secara terus-menerus tanpa jeda. Ada beberapa mekanisme yang sering luput dari perhatian, seperti menurunnya frekuensi berkedip yang menyebabkan mata kering, fokus jarak dekat dalam waktu lama yang memicu kelelahan otot mata, serta paparan cahaya biru yang memengaruhi kenyamanan visual.

      Penelitian dalam jurnal Ophthalmic and Physiological Optics menunjukkan bahwa digital eye strain tidak hanya berdampak pada kesehatan mata, tetapi juga dapat menurunkan konsentrasi dan produktivitas kerja. Gejala yang muncul pun beragam, mulai dari mata kering dan tegang, sakit kepala, hingga penglihatan yang terasa kabur.

      Kondisi ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan mata bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis di lingkungan kerja modern.

      Program Pemeriksaan Mata Borwita sebagai Langkah Preventif

      Berangkat dari kesadaran tersebut, Borwita Citra Prima menghadirkan Program Kesehatan Kerja Karyawan berupa pemeriksaan mata sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan.

      Kegiatan ini diselenggarakan pada 9 hingga 10 April 2026 di Ruang Papuma, Kantor Pusat Borwita, dengan tiga sesi pemeriksaan setiap harinya. Program ini terlaksana melalui kolaborasi dengan One O One Eyewear, yang menghadirkan layanan pemeriksaan mata profesional langsung di lingkungan kerja.

      Melalui program ini, karyawan tidak hanya mendapatkan pemeriksaan mata secara gratis, tetapi juga kesempatan untuk berkonsultasi dengan optometrist, mengetahui kebutuhan kacamata atau lensa yang sesuai, hingga memperoleh akses promo pembelian kacamata. Pendekatan ini tidak hanya praktis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan karyawan yang memiliki mobilitas tinggi.

      Lebih dari sekadar fasilitas, program ini merupakan bentuk preventive care, langkah sederhana namun berdampak besar dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

      Pemeriksaan Mata Gratis di Borwita

      Inclusive Wellbeing untuk Seluruh Karyawan

      Salah satu kekuatan utama dari program ini terletak pada inklusivitasnya. Tidak hanya diikuti oleh karyawan kantor pusat, kegiatan ini juga melibatkan karyawan cabang Surabaya serta rekan operasional seperti cleaning service dan petugas keamanan.

      Pendekatan ini mencerminkan bahwa kesejahteraan di Borwita bukanlah benefit eksklusif, melainkan komitmen yang menjangkau seluruh lapisan karyawan.

      Antusiasme peserta juga terlihat dari berbagai insight yang muncul selama kegiatan:

      • “Saya jadi tahu ternyata ada minus, padahal sebelumnya tidak sadar.”
      • “Selama ini belum pernah cek mata, jadi ini sangat membantu.”
      • “Mata dipakai setiap hari, tapi sering kita abaikan.”

      Testimoni tersebut menjadi refleksi sederhana namun kuat, bahwa akses terhadap layanan kesehatan sering kali baru dirasakan manfaatnya ketika benar-benar difasilitasi.

      Komitmen Borwita terhadap Kesehatan dan Produktivitas

      Di Borwita, kesehatan karyawan tidak dipandang sebagai program tambahan, melainkan bagian dari sistem kerja yang berkelanjutan. Performa yang optimal hanya dapat dicapai ketika didukung oleh kondisi fisik yang prima.

      Melalui inisiatif seperti program pemeriksaan mata ini, Borwita memastikan bahwa karyawan tidak hanya mampu bekerja dengan baik hari ini, tetapi juga memiliki fondasi kesehatan yang kuat untuk jangka panjang.

      Inilah gambaran nyata #LifeatBorwita, bukan hanya tentang bekerja keras, tetapi juga tentang mendapatkan dukungan untuk tetap sehat dan berkembang. Karena pada akhirnya, #GrowatBorwita bukan hanya soal perjalanan karier, tetapi juga tentang peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh.

    • Merayakan Makna Halal Bihalal: Dari Tradisi ke Refleksi Diri

      Merayakan Makna Halal Bihalal: Dari Tradisi ke Refleksi Diri

      Halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan pasca Idul Fitri. Lebih dari itu, momen ini menjadi ruang refleksi, tentang hubungan antarmanusia, tentang keikhlasan saling memaafkan, dan tentang bagaimana kita kembali pada versi diri yang lebih baik.

      Di tengah dinamika dunia kerja yang semakin kompleks, halal bihalal juga memiliki makna strategis. Ia menjadi jembatan yang menghubungkan nilai spiritual dengan profesionalisme. Sebuah pengingat bahwa bekerja bukan hanya tentang target dan angka, tetapi juga tentang hati, niat, dan kualitas diri yang terus bertumbuh.

      Di sinilah perusahaan memiliki peran penting, bukan hanya sebagai tempat bekerja, tetapi sebagai ekosistem yang membentuk karakter dan cara pandang individu.

      Borwita dan Semangat Idul Fitri: Bekerja dengan Hati, Bertumbuh dengan Makna

      Sebagai bagian dari komitmen dalam membangun budaya kerja yang tidak hanya produktif tetapi juga bermakna, Borwita menyelenggarakan acara Halal Bihalal pada 1 April 2026 dengan tema:

      “Semangat Idul Fitri: Semangat Bekerja dengan Hati dan Tingkatkan Kualitas Diri.”

      Acara ini dihadiri oleh seluruh karyawan kantor pusat dan cabang Surabaya, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat, penuh suka cita, dan sarat makna.

      Untuk memperkaya perspektif dan memberikan refleksi yang lebih dalam, Borwita menghadirkan sosok inspiratif, Moch. Marzuki Imron atau yang lebih dikenal sebagai Ust. Naruto. Beliau dikenal luas melalui berbagai program nasional diantaranya Hitam Putih di Trans7, Kick Andy di Metro TV, serta sebagai pengasuh Lentera Fajar di JTV, serta banyak program lainnya.

      Silaturahmi & Halal Bihalal Borwita 2026

      Ketika Pesan Menjadi Pengalaman: Halal Bihalal yang Membekas

      Bukan sekadar ceramah, sesi yang dibawakan Ust. Naruto menghadirkan pengalaman yang “hidup”.

      Dengan gaya penyampaian yang hangat, relevan, dan penuh kedekatan dengan realitas sehari-hari, suasana acara terasa begitu “wholesome”, bukan hanya didengar, tetapi dirasakan.

      Beberapa pesan yang menjadi highlight dan membekas di benak peserta antara lain:

      “Semangat bekerja harus seperti pergi berangkat mau perang.”
      “Kita harus selalu mawas diri, mengerti, dan tenggang rasa.”
      “Jangan khawatir akan rezekimu esok hari, karena rezeki tidak hanya datang dari tempat Anda bekerja.” 

      Pesan-pesan ini tidak hanya menjadi kutipan, tetapi menjadi refleksi yang mengajak setiap individu untuk melihat kembali cara mereka bekerja, berinteraksi, dan memaknai perjalanan kariernya.

      Lebih dari Sekadar Tanya Jawab: Ketika Realita Bertemu Refleksi

      Salah satu momen yang paling dinanti adalah sesi QnA.

      Menariknya, pertanyaan yang muncul tidak berhenti pada materi yang disampaikan. Peserta justru membawa diskusi ke ranah yang lebih dalam, tentang realita kehidupan, tantangan pribadi, hingga bagaimana nilai-nilai yang disampaikan dapat diterapkan dalam keseharian.

      Di titik ini, acara tidak lagi bersifat satu arah. Ia berubah menjadi ruang dialog yang jujur dan relevan, mencerminkan budaya terbuka dan rasa ingin berkembang yang hidup di dalam Borwita.

      Menutup dengan Kebersamaan: Simbol yang Menguatkan Relasi

      Acara ditutup dengan sesi bersalam-salaman antara jajaran manajemen dan seluruh karyawan, baik dari kantor pusat maupun cabang Surabaya.

      Momen ini menjadi simbol sederhana namun kuat, bahwa di balik struktur organisasi, ada hubungan manusia yang dijaga. Ada rasa saling menghargai, saling memaafkan, dan saling menguatkan.

      Kebersamaan kemudian dilanjutkan dengan menikmati hidangan yang telah disiapkan, menambah hangat suasana dan memperkuat koneksi antarindividu.

      Borwita: Membangun Lebih dari Sekadar Bisnis

      Melalui kegiatan ini, Borwita menunjukkan bahwa membangun perusahaan bukan hanya tentang distribusi dan operasional, tetapi juga tentang membangun manusia di dalamnya.

      Halal bihalal menjadi salah satu refleksi dari nilai yang dipegang: bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan pertumbuhan individu.

      Bagi calon mitra, prinsipal, maupun masyarakat luas, ini adalah gambaran tentang bagaimana Borwita bekerja, dengan hati, dengan nilai, dan dengan komitmen untuk terus berkembang.

      Penutup: Dari Momen ke Makna

      Pada akhirnya, Halal Bihalal ini bukan hanya sebuah acara.

      Ia adalah pengingat bahwa dalam setiap langkah profesional, selalu ada ruang untuk menjadi manusia yang lebih baik. Bahwa bekerja dengan hati bukanlah pilihan tambahan, tetapi fondasi utama.

      Dan di Borwita, perjalanan itu dibangun bersama.

    • Bakti Sosial dan Buka Bersama Borwita 2026: Menguatkan Kepedulian di Bulan yang Fitri

      Bakti Sosial dan Buka Bersama Borwita 2026: Menguatkan Kepedulian di Bulan yang Fitri

      Ramadan sebagai Momentum Kepedulian Sosial

      Bulan Ramadan selalu menjadi momen reflektif, tidak hanya secara individu tetapi juga secara institusional. Dalam konteks perusahaan, Ramadan menghadirkan urgensi untuk memperluas makna keberhasilan,

      tidak hanya diukur dari performa bisnis, tetapi juga dari kontribusi sosial yang nyata.

      Sebagai bagian dari ekosistem Distributor FMCG Indonesia, Borwita memahami bahwa keberlanjutan bisnis berjalan beriringan dengan kebermanfaatan sosial. Kesenjangan akses, kebutuhan dasar anak-anak yatim, serta pentingnya dukungan moral menjadi realitas yang tidak bisa diabaikan.

      Momentum ini menjadi dasar bagi Borwita untuk terus menghadirkan inisiatif yang tidak hanya berdampak sesaat, tetapi juga membangun nilai kebersamaan jangka panjang.

      Pelaksanaan Bakti Sosial di Panti Asuhan

      Pada Jumat, 13 Maret 2026, Borwita Citra Prima menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial dan Buka Bersama di: Panti Asuhan Anak Yatim/LKSA Misbah Al-Fariq, Sidoarjo. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai kunjungan, tetapi sebagai pengalaman interaksi yang bermakna.

      Rangkaian Kegiatan Utama

      Untuk memastikan engagement yang hangat dan inklusif, kegiatan diawali dengan pendekatan yang menyenangkan:

      1. Ice Breaking dan Games Interaktif
      Karyawan Borwita mengajak anak-anak bermain berbagai games ringan yang membangun keceriaan sekaligus kedekatan emosional.

      2. Pembagian Hampers dan Kado
      Sebagai bentuk perhatian nyata, Borwita memberikan paket hampers dan hadiah kepada anak-anak panti.

      3. Santunan untuk Pihak Panti
      Dukungan diberikan tidak hanya kepada individu, tetapi juga kepada institusi panti sebagai bentuk keberlanjutan bantuan.

      4. Buka Puasa Bersama
      Momentum buka bersama menjadi titik refleksi kebersamaan, menghadirkan suasana hangat antara karyawan dan anak-anak panti.

      Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga membentuk perspektif internal perusahaan.

      Dampak Eksternal

      • Membantu memenuhi kebutuhan dasar anak-anak panti
      • Memberikan pengalaman kebersamaan yang positif
      • Meningkatkan rasa diperhatikan dan dihargai

      Dampak Internal

      • Menguatkan empati karyawan
      • Membangun budaya perusahaan berbasis kepedulian
      • Meningkatkan engagement lintas tim

      Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini memperkuat positioning Borwita sebagai Distributor Indonesia yang tidak hanya unggul secara operasional, tetapi juga memiliki komitmen sosial yang konsisten.

      Kelanjutan Internal: Tausiyah dan Buka Bersama Karyawan

      Semangat Ramadan di Borwita tidak berhenti pada kegiatan eksternal.

      Pada 16 Maret 2026, seluruh karyawan kantor pusat Borwita melanjutkan rangkaian kegiatan melalui:

      1. Tausiyah Ramadan

      Menghadirkan Ustadz Ainul Yaqin, yang membawakan tausiyah dengan tema refleksi Ramadan, menekankan pentingnya keikhlasan, kepedulian, dan integritas dalam kehidupan sehari-hari.

      2. Pemutaran Video Recap

      Video dokumentasi kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan sebelumnya diputar sebagai pengingat kolektif akan makna kontribusi sosial yang telah dilakukan.

      3. Buka Bersama Karyawan

      Acara ditutup dengan buka bersama yang menghadirkan suasana kebersamaan yang kuat antar karyawan, mempererat hubungan yang menjadi fondasi kolaborasi jangka panjang.

      Dari Aktivitas ke Culture

      Yang membedakan kegiatan ini bukan pada aktivitasnya, tetapi pada konsistensinya sebagai bagian dari arsitektur budaya perusahaan.

      Borwita tidak memposisikan kegiatan sosial sebagai program tahunan semata, tetapi sebagai bagian dari:

      • Employer Branding: membangun perusahaan yang memiliki purpose
      • Corporate Culture: memperkuat nilai kebersamaan dan empati
      • Sustainability Narrative: menunjukkan kontribusi nyata terhadap masyarakat

      Ramadan mengajarkan bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang pencapaian, tetapi tentang dampak yang ditinggalkan.

      Melalui kegiatan Bakti Sosial dan Buka Bersama 2026, Borwita menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh sebagai Distributor FMCG Indonesia yang tidak hanya mendistribusikan produk, tetapi juga menyebarkan nilai kepedulian.

      Karena pada akhirnya, keberlanjutan bisnis dibangun dari hubungan yang kuat—baik dengan pelanggan, mitra, maupun masyarakat.

    • Self-Love Bukan Hanya Tentang Me Time: Mengapa Cerdas Berinvestasi Adalah Bentuk Kepedulian Terhadap Masa Depan

      Self-Love Bukan Hanya Tentang Me Time: Mengapa Cerdas Berinvestasi Adalah Bentuk Kepedulian Terhadap Masa Depan

      Ketika Self Love Tidak Lagi Sekadar Tentang Hari Ini

      Self love sering diartikan sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Banyak orang mengasosiasikannya dengan istirahat yang cukup, membeli sesuatu yang disukai, atau mengambil waktu untuk diri sendiri. Namun dalam perspektif yang lebih luas, self love juga berarti menjaga masa depan diri sendiri agar tetap aman secara finansial.

      Menurut laporan OECD – Financial Literacy Framework, literasi finansial merupakan kemampuan untuk memahami konsep keuangan dan membuat keputusan yang efektif dalam mengelola uang untuk mencapai kesejahteraan jangka panjang.

      Sayangnya, tingkat literasi finansial masih menjadi tantangan di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.

      Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih berada di sekitar 49,68% pada tahun 2022. Artinya, masih banyak individu yang belum memahami bagaimana mengelola keuangan dan investasi dengan baik.

      Kondisi ini menjadi pengingat bahwa memahami investasi bukan lagi sekadar pilihan tambahan, tetapi sebuah kebutuhan.

      Mengapa Investasi Penting dalam Perencanaan Hidup

      Investasi adalah proses menempatkan sejumlah dana pada instrumen tertentu dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa depan. Namun secara konsep, investasi bukan hanya soal mencari profit.

      Investasi adalah tentang membangun stabilitas finansial dan menjaga daya beli terhadap inflasi.

      Menurut World Bank, inflasi secara konsisten menggerus nilai uang dari waktu ke waktu, sehingga individu perlu mengelola aset secara produktif agar nilai kekayaan tidak berkurang.

      Tanpa strategi investasi yang tepat, uang yang disimpan dalam bentuk tabungan saja bisa kehilangan nilai riilnya dalam jangka panjang.

      Itulah mengapa memahami investasi sejak dini menjadi langkah penting untuk menciptakan ketahanan finansial.

      Konsep Penting dalam Dunia Investasi

      Agar seseorang dapat berinvestasi secara rasional, terdapat beberapa konsep fundamental yang perlu dipahami.

      1. Time Value of Money

      Konsep ini menjelaskan bahwa nilai uang saat ini lebih berharga dibandingkan nilai uang di masa depan, karena uang yang dimiliki hari ini dapat diinvestasikan dan menghasilkan keuntungan. Pemahaman tentang konsep ini membantu individu membuat keputusan finansial yang lebih strategis.

      2. Risk Appetite

      Setiap individu memiliki tingkat toleransi risiko yang berbeda dalam berinvestasi. Dalam dunia keuangan, hal ini dikenal sebagai risk appetite.

      Secara umum, investor dapat dikategorikan menjadi:

      Konservatif
      Mengutamakan keamanan dana dengan risiko rendah.

      Moderat
      Mencari keseimbangan antara risiko dan potensi keuntungan.

      Agresif
      Bersedia mengambil risiko lebih tinggi untuk potensi imbal hasil yang lebih besar.

      Menurut Morningstar, memahami profil risiko merupakan langkah awal sebelum menentukan instrumen investasi yang sesuai.

      Tanpa memahami profil risiko, seseorang bisa mengambil keputusan investasi yang tidak sesuai dengan kondisi finansial maupun tujuan hidupnya.

      3. Diversifikasi Investasi

      Diversifikasi adalah strategi untuk menyebar investasi ke beberapa instrumen berbeda guna mengurangi risiko kerugian.

      Konsep ini telah lama dikenal dalam manajemen investasi modern dan dijelaskan dalam berbagai literatur keuangan, termasuk referensi dari Harvard Business Review.

      Dengan diversifikasi yang tepat, investor tidak bergantung pada satu sumber keuntungan saja.

      Literasi Finansial Sebagai Fondasi Keputusan Rasional

      Di tengah kompleksitas pilihan investasi saat ini, mulai dari emas, saham, reksa dana, hingga instrumen lainnya, literasi finansial menjadi fondasi penting agar individu tidak terjebak pada keputusan emosional atau tren sesaat.

      Kemampuan memahami instrumen investasi, risiko, serta tujuan finansial pribadi akan membantu seseorang membangun perencanaan masa depan yang lebih matang dan sistematis.

      Karena pada akhirnya, investasi bukan sekadar tentang angka.
      Investasi adalah tentang keputusan hidup jangka panjang.

      Mendorong Literasi Finansial Melalui Public Training

      Kesadaran akan pentingnya literasi finansial inilah yang mendorong berbagai organisasi untuk menghadirkan ruang belajar yang lebih terbuka dan aplikatif bagi masyarakat maupun karyawan.

      Sebagai National FMCG Distributor di Indonesia, Borwita memahami bahwa operational excellence tidak hanya dibangun dari sistem bisnis yang kuat, tetapi juga dari individu yang memiliki pola pikir finansial yang sehat dan terencana.

      Melalui inisiatif pengembangan karyawan, Borwita menyelenggarakan Public Training bertema “Cerdas Berinvestasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik”.

      Kegiatan ini menghadirkan Dzulfiqar Kharisma, CFP®, Co-Founder Dana Rakca Financial Planner Club, yang membahas berbagai konsep penting dalam dunia investasi, antara lain:

      Pemahaman dasar investasi
      Konsep time value of money
      Simulasi perhitungan investasi
      Pemilihan instrumen investasi sesuai profil risiko

      Sesi ini tidak hanya memperkenalkan instrumen investasi seperti emas, perak, atau alternatif lainnya, tetapi juga membantu peserta memahami cara berpikir finansial yang lebih sistematis dan rasional.

      Antusiasme terlihat dari ratusan karyawan Borwita yang mengikuti sesi ini melalui Zoom Meeting dan aktif dalam diskusi serta tanya jawab sepanjang acara berlangsung.

      #GrowatBorwita: Membangun Growth Ecosystem bagi Talenta

      Bagi Borwita, pengembangan karyawan bukan sekadar program pelatihan formal. Lebih dari itu, Borwita berkomitmen membangun growth ecosystem yang mendorong setiap individu untuk berkembang, baik secara profesional maupun personal.

      Melalui berbagai program pembelajaran, Borwita ingin memastikan bahwa setiap talenta memiliki kesempatan untuk terus meningkatkan kapasitas diri, termasuk dalam hal literasi finansial.

      Karena pada akhirnya, perusahaan yang kuat dibangun oleh individu yang mampu berpikir jangka panjang.

      Dan perjalanan menuju masa depan yang lebih baik sering kali dimulai dari satu langkah sederhana:
      memahami bagaimana mengelola dan menginvestasikan nilai yang kita miliki hari ini.

    • Borwita Yearly Meeting 2026: S.C.A.L.E UP!

      Borwita Yearly Meeting 2026: S.C.A.L.E UP!

      Surabaya, 20–21 Januari 2026 — Lebih dari 150 leaders PT Borwita Citra Prima berkumpul di Vasa Hotel Surabaya dalam rangkaian Borwita Yearly Meeting (BYM) 2026. Momentum tahunan ini menjadi sangat penting karena tidak hanya membahas evaluasi dan strategi bisnis, tetapi juga menjadi momen peluncuran tema strategis lima tahunan perusahaan: S.C.A.L.E 2026–2030.

      Sebelum memasuki forum strategis ini, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti perayaan HUT ke-50 Borwita yang berlangsung megah dan meriah di The Westin Surabaya. Perayaan tersebut menjadi refleksi perjalanan panjang Borwita selama lima dekade dalam membangun fondasi distribusi di Indonesia. Artikel lengkap mengenai perayaan 50 tahun Borwita dapat dibaca di sini

      Memasuki forum BYM 2026, para leaders langsung fokus pada sesi utama berupa review performa bisnis, evaluasi strategi, serta penyelarasan arah dan prioritas perusahaan ke depan. Diskusi berlangsung mendalam, menekankan pentingnya disiplin operasional, kesiapan organisasi menghadapi kompleksitas bisnis, serta keberanian untuk terus bertransformasi.

      Dalam momentum inilah Borwita secara resmi meluncurkan tema lima tahunan S.C.A.L.E 2026–2030, yang menjadi arah strategis perusahaan ke depan:

      Preparing Borwita for much larger-scale growth.
      Focuses on strengthening daily operations, implementing the right controls, and accelerating the use of technology, while always preparing and paving the way for the future.

      Borwita Yearly Meeting 2026 Highlight – SCALE UP!

      Kerangka ini menjadi komitmen bersama untuk memastikan Borwita siap memasuki fase pertumbuhan yang lebih besar dengan fondasi yang kuat dan sistem yang semakin matang.

      Suasana kebersamaan semakin terasa melalui sesi Talent Show, di mana setiap regional menampilkan kreativitas terbaiknya, mulai dari drama, tarian, bernyanyi, hingga penampilan kolaboratif yang menghibur. Momen ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkuat solidaritas dan semangat kolaborasi lintas wilayah.

      Rangkaian BYM 2026 semakin inspiratif dengan kehadiran Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN, mantan Direksi PLN, dan mantan CEO Jawa Pos, yang membawakan sesi Inspirational Talks mengenai kepemimpinan dalam memimpin transformasi. Insight tentang keberanian mengambil keputusan, kecepatan dalam perubahan, serta kepemimpinan yang hadir langsung di lapangan memberikan perspektif yang kuat bagi seluruh leaders Borwita.

      Sesi tersebut juga mendapatkan perhatian media dan dimuat dalam Harian Disway. Liputan lengkap dapat dibaca di sini.

      Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti Scale Up Project, sebuah aktivitas team building yang menantang kreativitas dan strategi. Setiap tim ditugaskan membangun “Borwita Tower” menggunakan material daur ulang yang disediakan panitia. Untuk memperoleh perlengkapan tambahan, tim harus mengikuti berbagai mini games dan mengumpulkan “modal” untuk membeli peralatan yang dibutuhkan. Aktivitas ini menjadi simbol nyata bagaimana kolaborasi, strategi, dan kepemimpinan diuji dalam keterbatasan, selaras dengan semangat S.C.A.L.E.

      Borwita Yearly Meeting 2026 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting dalam perjalanan menuju 2030. Dengan peluncuran S.C.A.L.E 2026–2030, penyelarasan strategi, penguatan kepemimpinan, serta kolaborasi lintas regional, Borwita menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh lebih besar, lebih disiplin, dan lebih adaptif menghadapi masa depan.