Dari Kartini untuk Kita: Perempuan Tangguh, Mental Tetap Utuh

Acara

Semangat Hari Kartini tidak hanya tentang emansipasi perempuan dalam konteks pendidikan dan kesetaraan, tetapi juga tentang bagaimana perempuan mampu bertahan, bertumbuh, dan menjaga keseimbangan hidup di tengah berbagai peran yang dijalani. Sosok R.A. Kartini menjadi simbol perjuangan perempuan Indonesia dalam memperjuangkan hak dan suara, yang hingga kini relevansinya tetap terasa, terutama dalam isu kesehatan mental perempuan di era modern.

Dalam kehidupan saat ini, perempuan kerap menghadapi peran ganda, baik sebagai profesional di tempat kerja maupun sebagai individu yang memiliki tanggung jawab di ranah personal dan keluarga. Tekanan dari berbagai sisi ini dapat memicu stres hingga burnout jika tidak dikelola dengan baik. Menurut World Health Organization, kesehatan mental merupakan bagian integral dari kesehatan secara keseluruhan, yang mencakup kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial. Artinya, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Lebih lanjut, penelitian dari American Psychological Association menunjukkan bahwa perempuan cenderung lebih rentan mengalami stres kronis akibat beban sosial dan ekspektasi yang lebih kompleks. Hal ini menegaskan pentingnya ruang edukasi dan diskusi yang dapat membantu perempuan memahami kondisi dirinya, mengenali tanda-tanda stres, serta menemukan strategi untuk mengelola tekanan secara sehat.

    Tidak hanya itu, konsep resiliensi menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan mental. Resiliensi membantu individu untuk bangkit dari tekanan dan beradaptasi dengan perubahan. Dalam konteks perempuan, resiliensi bukan hanya soal “bertahan”, tetapi juga bagaimana tetap utuh secara mental di tengah dinamika kehidupan yang terus berkembang.

    Komitmen Borwita dalam Mendukung Kesehatan Mental Perempuan

    Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Borwita mengadakan kegiatan public training bertajuk “Perempuan Tangguh, Mental Tetap Utuh.” Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Jumat, 17 April 2026 pukul 15.00 WIB dan menghadirkan narasumber inspiratif, dr. Damba Bestari, Sp.KJ, seorang psikiater sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

    Melalui sesi ini, peserta diajak untuk memahami realita peran ganda perempuan, baik di lingkungan kerja maupun di rumah. Pembahasan tidak hanya berfokus pada tantangan yang dihadapi, tetapi juga membuka perspektif baru tentang bagaimana perempuan dapat tetap kuat tanpa harus mengabaikan kesehatan mentalnya.

    Selain itu, materi yang disampaikan juga mencakup cara mengenali stres dan burnout beserta dampaknya terhadap kesehatan fisik. Peserta diberikan pemahaman bahwa kondisi mental yang tidak terjaga dapat memengaruhi produktivitas, hubungan sosial, hingga kualitas hidup secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk lebih peka terhadap kondisi dirinya.

    Tak kalah penting, peserta juga dibekali dengan berbagai strategi praktis dalam mengelola stres untuk menjaga keseimbangan hidup. Pendekatan yang digunakan dalam sesi ini disampaikan secara ringan namun tetap insightful, sehingga mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Antusiasme tinggi terlihat dari ratusan karyawan Borwita yang mengikuti kegiatan ini hingga akhir sesi. Momen kebersamaan juga diabadikan melalui sesi foto bersama secara virtual melalui Zoom sebagai penutup acara.

    Harapannya, kegiatan ini dapat terus menjadi ruang belajar dan refleksi bagi seluruh karyawan untuk semakin peduli terhadap kesehatan mental, sekaligus memperkuat peran positif perempuan dalam kehidupan profesional maupun personal.

    Dengan semangat Kartini yang terus hidup, Borwita berkomitmen untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat secara mental, inklusif, dan memberdayakan setiap individu untuk bertumbuh secara optimal.

    Related Post